Wanita dan Emansipasi


Zaman sekarang telah jauh berbeda dari zaman dahulu, semua peran antara laki – laki dan perempuan sudah jauh dilupakan. Sekarang, masyarakat cenderung menyamakan peran serta tugas antar laki – laki dan perempuan. Bukan hanya peran, dalam segi karakterpun sudah menyamai satu sama lain.

Pada dasarnya, laki – laki dan perempuan sangatlah berbeda, dua makhluk tuhan yang sempurna ini tidak dapat disamakan satu sama lain. Perempuan kodratnya adalah pendamping kaum adam atau laki – laki dan sebaliknya,laki – laki adalah panutan bagi kaum hawa atau perempuan.

Image result for emansipasi wanita menurut kartiniSemakin canggihnya zaman, perempuan telah lupa akan tugasnya. Perempuan lebih banyak menghabiskan waktu diluar rumah, perempuan lebih banyak meniru gaya laki – laki, dan hal ini jika dibiarkan terus menerus, kader penerus bangsa yang akan datang akan mati terbunuh karakternya. Karena ia tidak mendapatkan pelajaran dari sang ibu yang seharusnya mengajarinya bagaimana cara ia bersikap, karena ibunya sibuk dengan pekerjaan dan kesibukan diluar yang tak sempat mendidik anak dirumah.

Kenapa hal tersebut bisa terjadi, jawabannya pasti Emansipasi wanita. Perempuan cenderung mengatas namakan Emansipasi wanita dalam segala urusan mereka. Sedangkan ia tidak mengetahui dan paham akan apa itu Emansipasi wanita.

Raden Ajeng Kartini dahulunya menggagas Emansipasi wanita hanya untuk mendapatkan pendidikan yang sama akan laki – laki. Supaya kaum perempuan tidak dipijak karena kebodohan mereka yang tidak mendapatkan pendidikan yang layak. Dalam hal ini, Kartini telah sukses melakukannya, kartini telah sukses merubah pandangan indonesia akan perempuan. Dan sekarang pendidikan dapat dinikmati kaum perempuan dengan mudahnya.

Seiring berjalannya waktu, emansipasi wanita diselewengkan maknanya oleh oknum yang ingin mendapatkan keuntungan lebih. Emansipasi telah diubah menjadi tameng bagi kaum perempuan untuk dapat menyamai kedudukannya dengan kaum laki – laki.

Perempuan sekarang mengatas namakan Emansipasi untuk mendapatkan keuntungan lebih, seperti dalam segi jabatan dan pergaulan. Yang pada dasarnya hal tersebut dapat merugikan banyak pihak. Diatas telah dibahas, bahwa perempuan yang melupakan kodratnya sebagai perempuan akan berdampak buruk bagi anak – anak mereka. Karena anak tersebut tidak mendapatkan peran dari seorang ibu, karena ibunya sibuk bekerja diluar dengan mengatas namakan Emansipasi wanita.

Saya kurang setuju akan adanya Emansipasi wanita tersebut, karena dampaknya sekarang sangat besar. Banyak dari kaum perempuan yang melewengkannya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Singkat UIN Imam Bonjol Padang

Nasib Pemuda Zaman Sekarang dalam Menghadapi Keberagaman