Postingan

Sajak bujang

Malang kali nasib kau bujang Beban akademik yang semakin menjalang Siswa yang belum cukup umur diberi gelar maha Kau ada dalam proyek mereka bujang Ampun bujang, sungguh malang sampai hilang kepayang Belum kelar satu sudah timbul lagi seribu Tuntutan beribu, hasil didapat tidak menentu Bagaimana caranya kita beranak cucu nantinya itu Selesai studi bujang merantau Membawa gelar sarjana sosial yang didapatkannya kala itu Setiba dirantau bujang bagai katak dalam tempurung Mulutnya terbuka dan matanya melotot karena baru tahu sesuatu Bujang hidup senang mati tak mau di rantau orang Ia jual rokok, pembalut, bahkan kondom untuk penyambung hidup esok Bujang katanya tamatan sarjana sosial, namun tak tahu dengan lingkungan sosial Bujang, oohh bujang, sedih merana meratapi nasibmu kawan Empat tahun sudah bercengkerama dengan dunia akademik Hasil yang di dapat cuma cukup beli kerupuk dan air putih segelas Katanya tamatan sarjana, tapi nasib masih merana ...

Perayaan Tahun Baru yang Berfaedah

Dalam kebiasaan sehari – hari, seseorang cenderung untuk merayakan setiap kesuksesan yang dicapainya. Hal tersebut bertujuan untuk menghibur diri sendiri sambil mengukur seberapa jauh langkah yang telah digapainya. Namun seiring berkembangnya zaman, perayaan akan sesuatu hal telah dilakukan dengan cara yang unik, bahkan sampai merogoh biaya yang terhitung banyak. Dan dalam pandangan islam sendiri, sesuatu yang menyebabkan kerugian atau mubazir itu tidak baik, karena itu adalah sifat setan. Perayaan biasanya dilakukan bersama teman, pacar, suami ataupun keluarga. Karena empat bagian tersebut adalah bagian terpenting dalam hidup sebagian orang. Dan tak jarang,   ketika melakukan suatu perayaan, orang cenderung untuk memeriahkan dengan berbagai pernak pernik hiasan, sebut saja terompet, kembang api, lilin dan sebagainya. Karena tanpa berbagai kompenen hiasan tersebut, perayaan seakan tidak hidup atau biasa – biasa saja. Kebiasaan tersebut disebabkan oleh pandangan seseor...

Retorika Sampah

Gambar
Semua orang pasti ingin pintar berbicara, ingin bisa menarik orang dengan ceritanya dan tentunya ingin mejadi pusat perhatian lebih daripada manusia lainnya. Mengenai berbicara, bercerita dan menarik perhatian dengan cara bercerita akrab disebut dengan Retorika, dalam dunia ilmu komunikasi. Dalam beretorika seseorang terkadang lupa akan diri dan kemampuannya, ia lebih cenderung menambah atau mengurangkan cerita yang didapatkan agar menarik untuk didengar. Jika hanya untuk   lelucon ataupun guyonan itu tidak masalah, tapi sayangnya cara seperti itu sudah menyerap kesetiap kalangan masyarakat, mulai dari anak kecil yang berbohong, hingga penjabat yang melebihkan semua janji – janji yang tak kunjung ditepati lewat bicaranya ketika berpidato. Jika berbicara tentang retorika, dibenak kita juga akan terbayang bahwa itu adalah seni berpidato dan orang yang pandai beretorika pasti akan disegani disetiap kalangan. Tapi yang disegani yang mana, orang yang beretorika dengan ilmu d...

Wanita dan Emansipasi

Gambar
Zaman sekarang telah jauh berbeda dari zaman dahulu, semua peran antara laki – laki dan perempuan sudah jauh dilupakan. Sekarang, masyarakat cenderung menyamakan peran serta tugas antar laki – laki dan perempuan. Bukan hanya peran, dalam segi karakterpun sudah menyamai satu sama lain. Pada dasarnya, laki – laki dan perempuan sangatlah berbeda, dua makhluk tuhan yang sempurna ini tidak dapat disamakan satu sama lain. Perempuan kodratnya adalah pendamping kaum adam atau laki – laki dan sebaliknya,laki – laki adalah panutan bagi kaum hawa atau perempuan. Semakin canggihnya zaman, perempuan telah lupa akan tugasnya. Perempuan lebih banyak menghabiskan waktu diluar rumah, perempuan lebih banyak meniru gaya laki – laki, dan hal ini jika dibiarkan terus menerus, kader penerus bangsa yang akan datang akan mati terbunuh karakternya. Karena ia tidak mendapatkan pelajaran dari sang ibu yang seharusnya mengajarinya bagaimana cara ia bersikap, karena ibunya sibuk dengan pekerjaan dan ke...

Dewasa Menghadapi Teknologi

Gambar
Dewasa ini, banyak sekali pergejolakan teknologi yang semakin hari semangkin melesat. Karena teknologi termasuk dalam kebutuhan setiap masyarakat di bumi ini. Tanpa teknologi mungkin peradaban bumi akan musnah ataupun hilang. Teknologi tidak hanya diminati oleh orang dewasa saja, bahkan anak – anak yang masih berumur dibawah lima tahun sudah ada yang mahir menggunakan teknologi. Jika pemakaian teknologi tidak diawasi oleh orang dewasa, teknologi dapat merusak anak – anak yang memakainya. Seperti halnya teknologi dalam bidang elektronik, contohnya handphone, ini juga teknologi yang digemari oleh masyarakat. Karena kegunaan dan fungsinya yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari – hari. Yang bisa digunakan untuk menghubungi kerabat, teman, dan keluarga yang berpuluh – puluh kilometer jauhnya. Namun kecanggihan dari handphone ini dapat berubah jadi sesuatu yang berdampak buruk bagi masyarakat, pasalnya karena banyak fitur yang pantas untuk dibuka. Tapi untuk sebagi...

Sejarah Singkat UIN Imam Bonjol Padang

Gambar
IAIN Imam Bonjol diresmikan berdiri pada 29 november 1966, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama R.I NO. 77/1996 tertanggal 21 November 1996. Pada waktu itu, IAIN Imam Bonjol baru memiliki empat fakultas, yaitu Fakultas Tarbiyah di Padang, Fakultas Ushuluddin di Padang Panjang, Fakultas Syariah di Bukittinggi, dan Fakultas Adab di Payakumbuh. Dalam Beberapa tahun kemudian, Fakultas IAIN Imam Bonjol bertambah dengan berdirinya Fakultas Tarbiyah tahun 1968 dan Fakultas Ushuluddin tahun 1970 di Padang Sidempuan Sumatera Utara sebagai cabang dari IAIN Imam Bonjol, Fakultas Dakwah tahun 1968 di Solok, dan FakultasTarbiyah tahun 1971 di Batusangkar. Sejak tahun 1976, lima Fakultas (Dakwah, Adab, Syariah, Ushuluddin, Tarbiyah) dipusatkan di Padang, sebagai ibukota provinsi Sumatera Barat. Sementara itu, keberadaan Fakultas Syariah di Bukittinggi dan Fakultas Tarbiyah di Batusangkar masih dipertahankan sebagai Fakultas cabang. Sejak tahun 1977, pemerintah menerapkan kebijakan unt...

Nasib Pemuda Zaman Sekarang dalam Menghadapi Keberagaman

Gambar
Pemuda disebut juga sebagai seorang warga Negara yang memiliki kepekaan terhadap pengaruh sosial dimasyarakat, serta mengerti akan keadaan Negara yang didudukinya. Pemuda juga biasa disebut pendorong semangat untuk maju dan bangkit menjadi lebih baik. Pada tahun terdahulu pemuda sangat berpengaruh dalam kebangkitan nasional. Bagaimana tidak, jika bukan karena pemuda tidak mungkin indonesia akan dapat merumuskan pancasila, jika bukan karena pemuda, tidak aka nada yang namanya sumpah pemuda. Dan jika bukan karena pemuda, tidak akan lahir kader – kader bangsa yang berkualitas. Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno menjelaskan dalam pidatonya tentang seberapa batuhnya indonesia terhadap peran pemuda. Soekarno hanya meminta 10 pemuda untuk menggoncangkan dunia. Yang dikatakan soekarno ini adalah kiasan bahwa pemudalah yang memegang tombak atau puncak kejayaan suatu negara. Pada era Pemerintahan Presiden Suharto, jika bukan karena pemuda tidak akan ada yang namanya Reformasi...