Postingan

Wanita dan Emansipasi

Gambar
Zaman sekarang telah jauh berbeda dari zaman dahulu, semua peran antara laki – laki dan perempuan sudah jauh dilupakan. Sekarang, masyarakat cenderung menyamakan peran serta tugas antar laki – laki dan perempuan. Bukan hanya peran, dalam segi karakterpun sudah menyamai satu sama lain. Pada dasarnya, laki – laki dan perempuan sangatlah berbeda, dua makhluk tuhan yang sempurna ini tidak dapat disamakan satu sama lain. Perempuan kodratnya adalah pendamping kaum adam atau laki – laki dan sebaliknya,laki – laki adalah panutan bagi kaum hawa atau perempuan. Semakin canggihnya zaman, perempuan telah lupa akan tugasnya. Perempuan lebih banyak menghabiskan waktu diluar rumah, perempuan lebih banyak meniru gaya laki – laki, dan hal ini jika dibiarkan terus menerus, kader penerus bangsa yang akan datang akan mati terbunuh karakternya. Karena ia tidak mendapatkan pelajaran dari sang ibu yang seharusnya mengajarinya bagaimana cara ia bersikap, karena ibunya sibuk dengan pekerjaan dan ke...

Dewasa Menghadapi Teknologi

Gambar
Dewasa ini, banyak sekali pergejolakan teknologi yang semakin hari semangkin melesat. Karena teknologi termasuk dalam kebutuhan setiap masyarakat di bumi ini. Tanpa teknologi mungkin peradaban bumi akan musnah ataupun hilang. Teknologi tidak hanya diminati oleh orang dewasa saja, bahkan anak – anak yang masih berumur dibawah lima tahun sudah ada yang mahir menggunakan teknologi. Jika pemakaian teknologi tidak diawasi oleh orang dewasa, teknologi dapat merusak anak – anak yang memakainya. Seperti halnya teknologi dalam bidang elektronik, contohnya handphone, ini juga teknologi yang digemari oleh masyarakat. Karena kegunaan dan fungsinya yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari – hari. Yang bisa digunakan untuk menghubungi kerabat, teman, dan keluarga yang berpuluh – puluh kilometer jauhnya. Namun kecanggihan dari handphone ini dapat berubah jadi sesuatu yang berdampak buruk bagi masyarakat, pasalnya karena banyak fitur yang pantas untuk dibuka. Tapi untuk sebagi...

Sejarah Singkat UIN Imam Bonjol Padang

Gambar
IAIN Imam Bonjol diresmikan berdiri pada 29 november 1966, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama R.I NO. 77/1996 tertanggal 21 November 1996. Pada waktu itu, IAIN Imam Bonjol baru memiliki empat fakultas, yaitu Fakultas Tarbiyah di Padang, Fakultas Ushuluddin di Padang Panjang, Fakultas Syariah di Bukittinggi, dan Fakultas Adab di Payakumbuh. Dalam Beberapa tahun kemudian, Fakultas IAIN Imam Bonjol bertambah dengan berdirinya Fakultas Tarbiyah tahun 1968 dan Fakultas Ushuluddin tahun 1970 di Padang Sidempuan Sumatera Utara sebagai cabang dari IAIN Imam Bonjol, Fakultas Dakwah tahun 1968 di Solok, dan FakultasTarbiyah tahun 1971 di Batusangkar. Sejak tahun 1976, lima Fakultas (Dakwah, Adab, Syariah, Ushuluddin, Tarbiyah) dipusatkan di Padang, sebagai ibukota provinsi Sumatera Barat. Sementara itu, keberadaan Fakultas Syariah di Bukittinggi dan Fakultas Tarbiyah di Batusangkar masih dipertahankan sebagai Fakultas cabang. Sejak tahun 1977, pemerintah menerapkan kebijakan unt...

Nasib Pemuda Zaman Sekarang dalam Menghadapi Keberagaman

Gambar
Pemuda disebut juga sebagai seorang warga Negara yang memiliki kepekaan terhadap pengaruh sosial dimasyarakat, serta mengerti akan keadaan Negara yang didudukinya. Pemuda juga biasa disebut pendorong semangat untuk maju dan bangkit menjadi lebih baik. Pada tahun terdahulu pemuda sangat berpengaruh dalam kebangkitan nasional. Bagaimana tidak, jika bukan karena pemuda tidak mungkin indonesia akan dapat merumuskan pancasila, jika bukan karena pemuda, tidak aka nada yang namanya sumpah pemuda. Dan jika bukan karena pemuda, tidak akan lahir kader – kader bangsa yang berkualitas. Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno menjelaskan dalam pidatonya tentang seberapa batuhnya indonesia terhadap peran pemuda. Soekarno hanya meminta 10 pemuda untuk menggoncangkan dunia. Yang dikatakan soekarno ini adalah kiasan bahwa pemudalah yang memegang tombak atau puncak kejayaan suatu negara. Pada era Pemerintahan Presiden Suharto, jika bukan karena pemuda tidak akan ada yang namanya Reformasi...

SUMRINGAH

“ Pilih saya niscaya akan jaya negeri ini tak akan ada lagi kemiskinan tak akan ada lagi kerusuhan tak akan ada lagi kelaparan tak akan ada lagi sebuah penyesalan” Berikut hanyalah fiktif belaka dari sebuah karangan kata Kata yang diucap hanya dengan imbalan dukungan semata Semata yang tak mau lihat keadaan semesta Berbibir manis dengan nada yang meronta-ronta ingin diberi tahta Sampai kapan kau berubah wahai pria gagah Gagah dengan dasi kupu – kupu yang melingkar dileher panjangnya Panjang karena melihat hal – hal yang dirasa kurang Kurang dalam artian tidak kebagian tahta Hei pria gagah dengan baju rapi dan tampang Sumringah Yang menjanjikan sebuah janji palsu berlagak sok gagah Kapan kau akan berubah Berubah dalam artian tidak lagi memberi harapan yang Sumringah

JAUH

Berani ku hanya memandangimu dari kejauhan Pandangan itu kabur karena ditutupi oleh dedaunan Sesekali aku mengintip dengan sangat dekat Sambil menyingkarkan dedaunan yang menghalangiku Ku tak berani mendekati dan bercanda gurau dengan mu Bukan karena lemah Tapi karenaku takut Dengan mendekatimu, kau semangkin menjauh

Khayal

Saat itu aku masih kecil Saat dimana akal dan rohani mulai melekat dalam raga Raga yang jauh dari kata ELOK Lalu kau bercerita sembari menyodorkan ku segelas tuak Tuak yang membuatku mabuk setengah melayang Cerita mu menarik jiwa ku untuk bermain dalam khayal mimpi Tapi sayang itu hanya dalam khayal Tak lama aku terbangun Menandakan waktu mencari makan Tetapi semua masih sama ketika aku berkhayalan Di khayalan ku itu seperti KAU Iya KAU yang disebuah maya